Siap Diungkap Ke Publik! Polisi Akhirnya Tahu Siapa Pembunuh Ibu-Anak di Subang

Kasus pembunuhan yang menewaskan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat agaknya berlangsung lambat dan penuh kehati-hatian. Namun, pihak kepolisian mengaku telah mengetahui siapa pelakunya dan siap diungkap ke publik sebentar lagi.

Setelah melakukan penyelidikan selama kurang lebih lima hari, polisi akhirnya mendapat jawaban tentang siapa yang membunuh ibu dan anak tersebut. Bahkan, pengumumannya bakal disampaikan dalam waktu dekat.

“Sudah ada titik terang soal siapa sosok pelaku pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23). Bahkan, dalam waktu dekat akan diungkap,” ujar salah satu sumber, dikutip dari Pikiran-rakyat, Senin 23 Agustus 2021.

Meski telah mengantongi nama pelaku, namun pihak kepolisian belum mau mengungkapkannya kepada publik. Sebab, masih ada sejumlah hal yang harus diselesaikan. Namun, menurut Kapolres Subang, AKBP Sumarni, pelaku merupakan orang terdekat atau keluarga korban.

“Ada indikasi pelaku dan korban saling kenal. Karena di TKP, jalur masuk ke rumah korban itu gak ada yang rusak. Jadi pintu depan dan belakang gak ada yang rusak, maupun jendelanya. Gak ada bekas cungkilan atau apapun. Makanya, diperkirakan pelaku kenal dengan korban,” urai AKBP Sumarni.

Pihak kepolisian sendiri telah memeriksa sejumlah saksi termasuk suami dan ayah korban. Sejauh ini, mereka meyakini, kedua korban tersebut dibunuh dengan cara bengis dan keji.

"Kami juga mengumpulkan barang-barang bukti yang ada di TKP termasuk baju yang ada di TKP yang dikenakan salah satu saksi, di mana baju tersebut ada bercak darah," kata dia.

Dugaan kriminolog soal pelaku pembunuhan di Subang

Kriminolog Thomas Sunaryo sepakat dengan pernyataan polisi yang menyebut pembunuh merupakan orang terdekat ibu dan anak tersebut. Bahkan, secara lebih spesifik, dia menduga sosok itu berasal dari keluarga korban.

“Kemungkinan pelaku masih ada hubungan keluarga, apakah ada hubungan juga dengan orang ketiga, mungkin kaitan juga dengan bisnis,” tutur Thomas, dikutip dari Poskota

Lebih jauh, Thomas menjelaskan, berdasarkan penelusuran polisi, tak ada kerusakan atau barang yang hilang di tempat kejadian perkara. Sehingga, besar kemungkinan, pelakunya memang berasal dari keluarga yang benar-benar ingin menghabisi korban.

“Pembunuh selalu punya banyak cara untuk melancarkan aksinya. Mereka memperlajari rumah korban sebelum benar-benar membunuhnya. Orang melakukan kejahatan kan pakai akal, misalnya menutupi CCTV dan lainnya,” kata Thomas.

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter