Lesti Kejora tiba-tiba menangis dan tuliskan kata menyentuh
- Pedangdut Lesti Kejora baru-baru ini terlihat mengucurkan air mata.
Terlihat sambil menggendong Muhammad Leslar Al Fatih Billar, air mata Lesti Kejora tumpah.
Tak hanya itu istri Rizky Billar ini menuliskan kata ia bukanlah sosok kuat.
Sontak postingan Lesti Kejora menangis ini mendapatkankomentar beragam dari penggemarnya.
Dilansir dari kanal Instagra, @rumpi_gosip, Selasa (12/7/2022) Lesti Kejora terlihat meminta maaf pada dirinya sendiri.
Tampak Lesti Kejora tak kuasa menahan tangis sambil mengucapkan maaf dan terima kasih untuk dirinya.
"Aku mohon maaf belum bisa menjadi orang yang dewasa, belum jadi orang yang selalu bersyukur atas diriku sendiri," ucap Lesti Kejora.
Istri Rizky Billar itu mengaku selama ini ia banyak ngeluh dan meras kurang atas dirinya sendiri.
Meski begitu Lesti Kejora berterima kasih pada dirinya karena mau terus belajar agar bisa lebih baik.
Terlihat sambil memangku anak, Lesti Kejora tak kuasa menahan air matanya.
"Aku bukan sosok yang kuat. Tapi aku berterima kasih kepada diriku sendiri karena sejauh ini selalu mau belajar dan berusaha untuk menjadi orang tidak peduli dengan siapun omongan jelek kata orang," tuturnya.
Potongan video Lesti Kejora ini pun mendadak banjir komentar netizen.
Tak sedikit para fans Leslar ikut memberikan dukungan untuk Lesti Kejora.
aisyalesta: Salut sm lesti, dibully tp tidak pernah membalas
rikasyafrinah: Malah gemes liat cara mkn abg el
mamah.fenita: Semangat bundanya abang l ,,,maju terus kedepan
ayu_purbo_laras: masyaAllah...salut dg kesabaran nya lesti,sehat selalu buat lesti dan abang L (semakin hari mirip papa nya)
dewi.susanti16: SEMANGAT LESTI,,Kamu kuat kamu hebatArtikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Tangis Lesti Kejora Pecah Saat Pangku Abang L: Maaf Aku Belum Bisa Jadi Orang Dewasa,
Cara Mengendalikan Diri Menghadapi Orang yang Marah, Menghina, Hingga Mengancam
Seseorang mengalami dan mengungkapkan kemarahan mereka dengan berbagai cara. Beberapa di antaranya ada yang dipendam kemudian diekspresikan dengan cemberut atau mengasingkan diri. Sementara yang lainnya ada yang berteriak, menjerit, mengumpat, atau menghina orang lain.
Tentunya cara merespon ekspresi amarah yang berbeda, maka akan berbeda pula.
Berikut ini, merupakan cara bagaimana menghadapi orang yang agresif secara verbal, menghina, atau bahkan mengancam.
1. Tanyakan pada diri Anda apakah kemarahan itu beralasan?
Kadang-kadang kemarahan sangat masuk akal dan selalu bijaksana secara emosional.
Anda harus bertanya pada diri sendiri mengapa orang tersebut marah, peran apa yang mungkin Anda mainkan, dan apakah ada sesuatu yang dapat atau harus Anda lakukan untuk menyelesaikan situasi tersebut?
Penting untuk dicatat bahwa seseorang bisa saja marah, namun mengungkapkan kemarahan itu dengan cara yang tidak bisa dibenarkan.
Dengan kata lain, jika Anda menumpahkan minuman pada seseorang di sebuah pesta, sangat masuk akal jika mereka akan marah kepadamu. Tanggapan itu bisa dibenarkan.
Namun apa yang tidak dapat dibenarkan dan tidak dapat diterima adalah jika mereka mengungkapkan kemarahan itu dengan meneriaki Anda, mengumpat, atau menjadi agresif secara fisik.
Dalam situasi ini, Anda memiliki dua pilihan untuk memperbaiki keadaan.
Jika Anda menumpahkan minuman pada seseorang, dan mereka membalasnya dengan meneriaki Anda, Anda masih bisa meminta maaf dan menawarkan untuk membelikan mereka minuman untuk menebus kesalahan.
Cara kedua, Anda bisa memberi tahu mereka bahwa Anda tidak menghargai respon teriakan mereka, tetapi Anda masih minta maaf karena telah menumpahkan minuman kepada mereka.
2. Tetap Tenang
Salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan saat seseorang marah kepada Anda adalah dengan tetap bersikap tenang.
Hindari respon berupa teriakan, sumpah serapah, atau meninggikan suara.
Anda mungkin merasa tidak nyaman dalam situasi tersebut, tetapi Anda masih bisa bertindak dengan tenang.
Yakni dengan cara berbicara perlahan dan langsung pada poin permasalahan, dan menjaga suara tetap tenang dan lembut. Dengan begitu, maka kecil kemungkinannya Anda untuk memperburuk situasi.
Jadi, daripada Anda membalas umpatan dengan sumpah serapah, kenapa tidak sebaiknya mencoba untuk meredakan situasi dengan secara halus mendorong mereka untuk merendahkan suaranya.
3. Hindari serangan karakter atau pribadi seseorang
Cara yang pasti untuk meningkatkan situasi marah adalah dengan menyerang karakter orang lain atau menyerang pribadi orang lain.
Menghina mereka, atau bahkan mengatakan hal-hal seperti "Kamu selalu melakukan ini" kemungkinan akan memperburuk keadaan.
Sebaliknya, fokuslah pada perilaku atau perasaan tertentu saat ini .
Daripada mengatakan, "Kamu selalu berteriak padaku saat kamu marah”, maka sebaiknya katakan, "Tolong jangan membentakku”
Alih-alih mengatakan, "Kamu sangat tidak sabar" maka sebaiknya katakan, "Bisakah kamu bersabar dengan saya"
Itu mungkin tampak seperti perbedaan halus tetapi Anda tidak ingin orang tersebut merasa diserang, karena itu akan membuat mereka lebih mungkin untuk menyerang lebih keras lagi.
Itu sangat mungkin terjadi apalagi jika ia adalah seseorang yang menjalin hubungan dengan Anda, Anda mungkin ingin berbicara dengannya tentang ketidaksabaran itu di beberapa titik.
Namun, di tengah pertengkaran yang penuh amarah bukanlah waktu terbaik untuk percakapan itu.
4. Ketahui Kapan Harus Berhenti
Dalam konflik apa pun dengan orang yang terlalu marah, mungkin ada saatnya Anda perlu melepaskan diri dari situasi tersebut.
Ada banyak alasan mengapa ini mungkin hal yang tepat untuk dilakukan. Misal atas alasan keamanan, atau karena situasinya tidak memungkinkan untuk mencari resolusi positif.
Orang tersebut mungkin sangat marah sehingga percakapan yang sehat dan masuk akal tidak dapat dilakukan pada saat itu.
Jika itu yang terjadi, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mengatakan, "Mari kita bicarakan ini nanti saat kita sudah tenang".
Atau, menghindari jika itu adalah orang asing yang tidak akan pernah Anda lihat lagi.
5. Tetap Aman
Ketika Anda berurusan dengan orang yang sedang marah, Anda harus memastikan bahwa Anda aman.
Seseorang memang bisa marah tanpa bertindak agresif secara fisik. Orang yang marah juga belum tentu orang yang kejam.
Namun, Anda perlu menyadari fakta bahwa ketika orang marah, maka mereka bisa merasakan dorongan untuk menyerang, bisa secara verbal maupun secara fisik.
Jika Anda tidak merasa aman, menjauhlah dari orang itu. Titik.
Jika Anda benar-benar harus berhadapan dengan seseorang yang membuat Anda merasa terancam, pastikan Anda tidak sendirian dengan orang tersebut, dan masuki situasi tersebut dengan rencana untuk keluar dengan aman jika memang begitu. (*/Psychology Today)Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com
Posting Komentar
Posting Komentar